Merokok dan Kesehatan..!

Posted in Uncategorized on Juni 14, 2008 by kifliegaulnext

MEROKOK mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.

ASAP rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Bukan hanya bagi kesehatan, merokok menimbulkan pula problem di bidang ekonomi. Di negara industri maju, kini terdapat kecenderungan berhenti merokok, sedangkan di negara berkembang, khususnya Indonesia, malah cenderung timbul peningkatan kebiasaan merokok.

Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.

Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1,1 persen per tahun.

Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa 64,8 persen pria dan 9,8 persen wanita dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok. Bahkan, pada kelompok remaja, 49 persen pelajar pria dan 8,8 persen pelajar wanita di Jakarta sudah merokok.

Studi di Semarang tahun 1973 oleh Prof Boedi Darmojo mendapatkan prevalensi merokok pada 96,1 persen tukang becak, 79,8 persen paramedis, 51,9 persen pegawai negeri, dan 36,8 persen dokter.

Dalam penelitian yang dilakukan Prof Soesmalijah Soewondo dari Fakultas Psikologi UI-yang bertanya kepada sejumlah orang yang tidak berhenti merokok-diperoleh jawaban bahwa bila tidak merokok, akan susah berkonsentrasi, gelisah, bahkan bisa jadi gemuk; sedangkan bila merokok, akan merasa lebih dewasa dan bisa timbul ide-ide atau inspirasi. Faktor-faktor psikologis dan fisiologis inilah yang banyak mempengaruhi kebiasaan merokok di masyarakat.

Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan partikel. Partikel yang dibebaskan selama merokok sebanyak 5 x 109 pp. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium.

Dampak paru-paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM).

Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.

Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

Dampak terhadap jantung
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).

Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.

Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.

Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.

Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.

Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya.

Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.

Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.

Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.

Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.

Penyakit jantung koroner
Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.
Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.

Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.

Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.

PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.

Penyakit (stroke)
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.

Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain.

Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.

Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.

Kebiasaan merokok
Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat.
Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya.

Tokoh-tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok.

Profesi kesehatan, terutama para dokter, berperan sangat penting dalam penyuluhan dan menjadi contoh bagi masyarakat. Kebiasaan merokok pada dokter harus segera dihentikan. They are important exemplars: they do practise what they preach.

Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat-tempat umum, sekolah, kendaraan umum, dan tempat kerja; pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok; memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok.

Iklim tidak merokok harus diciptakan. Ini harus dilaksanakan serempak oleh kita semua, yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan makmur.

Hans Tandra Dokter Spesialis Penyakit Dalam, tinggal di Surabaya

” NARKOBA “

Posted in Uncategorized on Juni 14, 2008 by kifliegaulnext

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari ‘Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif‘.

Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

Jenis-jenis narkoba

Mengubah Biji Kakao Menjadi Cokelat

Posted in Uncategorized on Juni 14, 2008 by kifliegaulnext
Siapa sih yang tidak suka dengan cokelat? Mulai dari anak-anak hingga orang
dewasa pasti suka dengan makanan yang satu ini. Apalagi setelah diolah, cokelat
bisa “menyihir” lidah siapapun yang menyicipinya. Rasanya yang manis dan
tampilannya yang menggiurkan mata, bisa membuat kita ketagihan untuk terus
mencobanya.

Namun, tahukan kamu proses pembuatan cokelat? Kalau belum tahu, yuk, kita ikuti
cerita kak Mitha Yanuarti tentang proses pembuatan cokelat dalam buku Cokelat
yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka.

Cokelat yang biasa kita makan, sebenarnya berasal dari biji-biji dalam buah
kakao. Buah kakao itu sendiri, bentuknya seperti timun atau pepaya. Bulat dan
memanjang. Sebelum matang, buah kakao berwarna hijau atau ungu. Jika sudah
matang, berwarna kuning keemasan atau ungu tua. Biji-biji kakao yang terdapat
di dalam buah kakao ini rasanya pahit dan berwarna putih. 

Sebelum dibuat menjadi cokelat, biji kakao mentah harus diproses terlebih
dahulu. Proses pertama adalah fermentasi. Proses ini penting untuk mendapatkan
kakao yang berkualitas tinggi dan mengurangi rasa pahit kakao. Proses ini
berlangsung selama tiga hingga sembilan hari. Setelah proses ini selesai,
barulah biji kakao ini siap dikeringkan.

Pada proses kedua ini, pengeringan dilakukan selama beberapa hari atau
seminggu. Selama dikeringkan, biji kakao harus terus dibolak-balik agar kering
secara merata. Setelah kering, berat biji kakao akan berkurang hingga
setengahnya, warnanya menjadi lebih cokelat dan aromanya lebih kuat.

Setelah melalui kedua proses tadi, barulah biji kakao tersebut bisa diolah
menjadi cokelat. Pengolahannya dilakukan dengan bantuan mesin. Biji-biji
tersebut diubah menjadi butiran, cairan, mentega, batangan, atau bubuk kakao.
Setelah itu, kakao dibuat menjadi aneka produk cokelat yang biasa kita nikmati.

Minuman Bersoda COCA-COLA

Posted in Uncategorized on Juni 14, 2008 by kifliegaulnext

SIapa yang tidak mengenal minuman bersoda Coca Cola. Konon lebih dari satu miliar botol (250 ml) Coca Cola terjual setiap hari di seluruh dunia. Minuman ringan yang bisa bikin orang bersendawa panjang itu ditemukan oleh apoteker bernama John Pemberton. Ia menemukan formula minuman Coca-Cola pada 8 Mei 1886 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

John S.Pemberton yang biasa dipanggil Doc adalah ahli farmasi tinggal di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dia banyak mengembangkan obat-obatan paten yang diakui khasiatnya oleh masyarakat. Lahir di Knoxville, Georgia pada tahun 1831, namun ia menghabiskan masa kecilnya di Rome, Georgia.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Southern Botanico Medical College of Georgia pada 1850, Pemberton membuat sebuah buku mengenai “Samuel Thomson`s Complete System of Practice”. Tahun 1855, Pemberton mendapatkan gelar kedokteran bidang farmasi dari Universitas Philadelphia. Kemudian, ia pindah ke Colombus Georgia, bersama istrinya Anna Eliza Clifford Lewis dan anak laki-lakinya Charles Ney Pemberton.

Sebelum menemukan formula Coca Cola, pada bulan Mei 1862 Pemberton sempat menjalani karier di bidang militer dengan pangkat letnan satu dalam kesatuan angkatan darat. Sebagai pemimpin pasukan, ia bertanggung jawab untuk menjaga kota. Bahkan dalam peperangan, Pemberton sempat tertembak di dadanya.

Setelah lima tahun berkarier di militer, Pemberton bekerja sebagai asisten Dr. Austin Walker, seorang psikolog. Selama bekerja, Pemberton menginvestasikan semua penghasilannya untuk penelitian dan pengembangan dalam bidang hak kepemilikan barang atau produk, seperti minyak parfum dan obat-obatan tradisional. Pada tahun 1869, Pemberton pindah ke Atlanta Georgia, untuk membangun karier bisnisnya. Di kota Atlanta, ia berhasil menciptakan dan menjual minuman yang mengandung alkohol French Wine Coca.

Namun, bisnis minuman yang memberikan banyak penghasilan itu tidak berjalan secara mulus. Semenjak Atlanta mengharamkan penggunaan alkohol pada tahun 1885, Pemberton terpaksa menukar formula French Wine Coca dengan membuang kata French Wine. Sejak diharamkan, kokain tidak lagi menjadi kandungan utama Coca Cola, tetapi diganti dengan kafein, gula, asam sitrat, dan minyak pati buah-buahan masih diperbolehkan. Formula Coca Cola masih menjadi rahasia yang tersimpan rapi.

Bersama dengan rekan sejawatnya yang mengurus keuangan, Frank Robinson, Pemberton membuat minuman segar yang bisa dinikmati banyak orang. Ia meracik minuman French Wine dengan menambahkan gula, asam sitrat, dan minyak pati buah-buahan ke dalam minuman. Akhirnya, terciptalah minuman Coca Cola yang kini populer sebagai minuman soda berkarbonat dalam masa yang singkat.

Untuk bahan utamanya, Pemberton harus mencari dan mengumpulkan biji cola dari tumbuhan asli daerah tropis Afrika Barat dan daun coca yang pohonnya berasal dari Amerika Selatan. Proses pengeringan biji cola dan daun coca dilakukan secara manual. Usaha Pemberton membuat minuman segar berhasil. Ramuannya terwujud seperti yang diharapkannya. Kemudian, Robinson mengusulkan nama Coca Cola untuk ramuan tersebut yang segera diterima oleh Pemberton. Formula Coca Cola kemudian oleh Pemberton diberi nama “Merchandise 7X”, atau disingkat M7X dan sangat dirahasiakan.

Dalam memasarkan produk minuman ini, Pemberton dan Robinson harus berjuang keras. Mereka menjualnya dalam guci dan dibawa berkeliling ke kota menggunakan gerobak kuda. Bahkan, mereka harus menjual secara gratis untuk mengenalkan Coca Cola. Meskipun mendapatkan sambutan baik dari masyarakat, namun penghasilan tidak meningkat. Dalam tahun pertama, penjualan Coca Cola hanya laku sekitar 50 dolar AS. Sementara itu, Pemberton sudah bertekad jika ramuannya ini harus dapat tersebar luas dan dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia.

Setelah satu tahun memperjuangkan ciptaanya, Pemberton baru menyadari bahwa ia hanyalah seorang penemu. Kemudian, ia berpikir untuk menjual ramuan ini pada orang yang tepat yang dapat mengembangkannya sesuai impiannya. Kemudian ia mendatangi Asa Candler, seorang anak pedagang terkenal dari Atlanta, yang dikenalnya secara baik. Ia menjual hak paten pembuatan minuman Coca Cola dengan harga 2.300 dolar AS.

Setelah mendapatkan ramuan itu, Asa Candler mencoba mengolah hasil temuan Pemberton. Setelah berhasil, Candler menyimpannya pada wadah yang menarik agar dapat mengundang pembeli, yaitu guci berlogo Coca Cola. Tak hanya itu, Candler juga memasang spanduk bertuliskan “Menjual Minuman Coca Cola” di depan toko obat dr. Joseph Pharmacy. Hanya dalam hitungan jam minuman tersebut laku terjual. Tahun 1889 Asa Candler melalui toko Joseph Jacob’s Pharmacy menjual Coca Cola untuk pertama kalinya.

Tahun 1892, Candler memutuskan untuk membentuk The Coca Cola Company bersama relasinya di Georgia Atlanta. Setahun kemudain, 1893 Candler mematenkan Coca Cola sebagai merek dagang. Coca Cola sesungguhnya bukan minuman ringan pertama di Amerika, tetapi ketika sudah mendapat paten Coca Cola menjadi minuman utama yang dijual di Soda Fountain, toko minuman ringan, es krim, dan sebagainya.

Dr. John Stith Pemberton meninggal tahun 1888, pada usia 58 tahun, tidak lama setelah menjual ramuannya. Kini, hasil temuannya masih dinikmati oleh masyarakat di dunia. Coca Cola sekarang menjadi satu lambang budaya Amerika Serikat. ***

BUDI DAYA KARANG, BISNIS SEKALIGUS MELESTARIKAN ALAM

Posted in Uncategorized on Juni 14, 2008 by kifliegaulnext

Alam Indonesia tak habis-habisnya menjadi sumber penghidupan manusia. Dari mulai tanaman hingga produk dari dasar
laut. Salah satunya terumbu karang, yang bisa dijadikan hiasan yang diletakkan di dalam akuarium. Di Australia dan
Amerika terumbu karang mendatangkan miliaran dolar bagi bisnis wisata dan para pencari ikan. Indonesia merupakan
salah satu negara yang berpotensi menjadi pemasok terumbu karang di pasar internasional. Dengan luas 51.000 km,
mampu menghasilkan US$ yang tidak sedikit. Di Kepulauan Seribu, misalnya, para warga kini boleh menikmati hidup
dari hasil menjual terumbu karang. Dengan catatan, terumbu karang yang diperjualbelikan, yang diperoleh dari hasil budi
daya, bukan hasil pencurian di laut. Bisnis ini, buan hanya mendatangkan uang bagi pelakunya. Bisnis ini membawa
peran sosial bagi kehidupan di masa mendatang. Sebab, tidak akan terjadi lagi aksi pengerusakan karang yang
kabarnya saat ini, sekitar 61% dari areal terumbu karang Indonesia yang seluas 51.000 km2 dalam kondisi rusak.
Bahkan, 15% diantaranya sudah sangat kritis. Apabila tidak segera dilakukan rehabilitasi secara total, maka
dikhawatirkan kepunahan terumbu karang Indonesia tidak akan terelakkan lagi. Risiko lingkungan dan ekonomi yang
diderita masyarakat bakal semakin parah dan memprihatinkan. Tusy Adibroto dan Arif Dwi Santoso, para peneliti dari
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan adalah sebuah ironi bila terumbu karang Indonesia
yang beragam dan bernilai mengalami ancaman yang sangat besar. Kondisi tersebut merupakan dampak dari
ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya laut, sehingga mengakibatkan eksploitasi besar-besaran dan
merusakkan terumbu karang. Ancaman dan kerusakan tersebut a.l. dipicu karena maraknya penangkapan ikan secara
berlebihan, pembukaan hutan mangrove, pembangunan di wilayah pesisir. Dari 51.000 km2 luas terumbu karang
Indonesia, hanya 7% yang berada dalam kondisi sangat baik dan 33% diantaranya baik. Peristiwa El Nino tahun 1997
dan 1998 telah menimbulkan pemutihan karang secara luas di perairan Indonesia, terutama di wilayah barat. Pemutihan
karang terjadi di bagian timur Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Di Kepulauan Seribu, sekitar 90-95 % terumbu karang
yang berada sampai kedalaman 25 meter mengalami kematian. Potensi ekonomi Indonesia, di Kepulauan Seribu saja,
setelah diidentifikasi, memiliki sebanyak 237 jenis terumbu karang yang tumbuh pada kedalaman 5-20 meter. Jenis-jenis
tersebut antara lain Akar Bahar (Antiphates sp), Karang Meja (Acropora spp), Karang tanduk (Acropora spp), Pavona
spp, Montipora spp dan Fungia spp. Secara umum jenis-jenis karang telah membentuk terumbu karang, baik dalam
bentuk atol (Barrier reef) dan terumbu tepi (Fringing reef). Besarnya potensi ekonomi dari usaha terumbu karang yang
berkelanjutan ditangkap oleh PT Pura Barutama. Perusahaan itu merealisasikan proyek pengembangan budi daya koral
(karang) dan tiram raksasa dengan nilai investasi Rp9,5 miliar di Pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa,
Kabupaten Jepara sejak 2003, guna memanfaatkan potensi kekayaan kelautan sebagai komoditas ekspor. Presdir Pura
Barutama Jacobus Busono mengatakan proyek budi daya karang tersebut akan dikembangkan di Pulau Sambangan
seluas 10 hektare secara bertahap dengan menelan biaya investasi Rp9,5 miliar. “Proyek budi daya karang tersebut
diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor di negara Eropa, sekaligus sebagai upaya ikut melestarikan alam
dan memperbaiki kerusakan terumbu karang di wilayah perairan Karimunjawa,” ujarnya. Kegiatan proyek kelautan,
lanjutnya, direalisasikan melalui joint venture dengan investor Jerman dalam bentuk kerja sama, dimana Pura Barutama
sebagai investor yang menyediakan segala keperluan untuk pembangunan pengembangan budi daya karang,
sedangkan pengusaha asing tersebut menyediakan tenaga ahlinya. Menurut dia, proyek tersebut akan memanfaatkan
tenaga ahli dari Jerman yakni D. Knop and U. Weidlich yang berpengalaman puluhan tahun ahli mengenai karang
termasuk pemasaran hasil produksinya di seluruh dunia, terutama untuk pasar di negara Eropa akan ditangani mereka.
Koral dan kerang raksasa mempunyai prospek pemasaran yang cerah sebagai komoditas ekspor, meski tidak mudah
untuk melakukan kegiatan budi daya hasil kelautan itu. Tahap awal Pura Barutama akan mengekspor berbagai jenis
karang sebanyak 15.000 karang per tahun. Kepala Taman Nasional Kepulauan Seribu, Sumarto mengatakan terumbu
karang Indonesia sangat diminati bangsa lain. “Kami menyambut itu. Kini, itu di Kepulauan Seribu dibudidayakan,” ujar
Sumarto. Menurut dia, ada sekitar 13 pengusaha yang menggeluti usaha itu dengan pola kemitraan dengan penduduk di
Kepulauan Seribu. “Tapi jika bukan dari budidaya, kami tolak. Izin pengusahanya kami cabut,” ujar dia. (Martin
Sihombing) Sumber : Bisnis Indonesia (19/7/05) ***

SPIDER MAN

Posted in Uncategorized on Juni 14, 2008 by kifliegaulnext

Spiderman

Spider-Man (Peter Benjamin Parker) is a fictional superhero in the Marvel Universe. Created by writer-editor Stan Lee and artist Steve Ditko, he first appeared in Amazing Fantasy #15 (Aug. 1962), and has since gone on to become one of the most popular, enduring and commercially successful superheroes worldwide, and is arguably Marvel‘s most famous character. When Spider-Man first appeared in the early 1960s, teenagers in superhero comic books were usually relegated to the role of sidekick to the series’ main character — Robin to Batman, Aqualad to Aquaman and Speedy to Green Arrow. The Spider-Man series broke ground by featuring Peter Parker, a teenage high-school student to whose “self-obsessions with rejection, inadequacy, and loneliness” young readers could relate.[1] Spider-Man has since appeared in various media, including several animated and live-action television series, syndicated newspaper comic strips and a successful series of films.

Marvel has featured Spider-Man in several differently-titled comic book series, the first titled The Amazing Spider-Man. Over the years, the Peter Parker character has developed from shy high school student to troubled college student to a married teacher and a member of the superhero team the New Avengers. A BusinessWeek article listed Spider-Man as one of the top ten most intelligent fictional characters in American comics.[2] In the Spider-Man film series, the character is portrayed by actor Tobey Maguire.

Hello world!

Posted in Uncategorized on Juni 14, 2008 by kifliegaulnext

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!